Khasiat Madu Propolis

Secara tradisional, propolis dipanen dengan cara mengeruk dari pintu masuk sarang, dinding, bingkai, dan tutup sarang. Metode ini – meskipun masih dilakukan secara luas – sebenarnya mudah terkontaminasi oleh serpihan kayu, cat, lilin, dan kotoran lain. Namun, propolis yang berasal dari tutup atau bagian atas bingkai justru lebih bersih dibandingkan dengan yang berasal dari pintu sarang.

Untuk keperluan komoditas, para peternak lebah madu membuat piranti khusus propolis. Caranya, partisi yang terbuat dari kain nilon berlubang-lubang diletakkan diantara bingkai atau tutup atas sarang dengan pintu sarang lebah. Kain nilon bisa diganti dengan bahan plastik semi lentur yang berisi barisan lubang-lubang persegi panjang

Penutup sarang yang terbuat dari kayu harus cukup untuk menutup partisi, tetapi tetap memiliki celah untuk sirkulasi udara dan jalan cahaya masuk ke dalam sarang. Dengan begitu, lebah pekerja akan memenuhi partisi dengan propolis untuk melindungi sarangnya dari cahaya dan udara yang masuk. Jika sudah terisi propolis, partisi ini tinggal diangkat dan diletakkan dalam freezer.

Propolis akan rapuh pada suhu yang rendah dan mudah dirontokkan dengan cara melengkungkan partisi plastik atau menekuk partisi nilon tersebut. Agar tidak tercampur dengan lilin lebah, partisi ini jangan sampai menyentuh penutup sarang. Bahkan pemanenan propolis juga harus terpisah dari propolis yang dikumpul lewat partisi atau jebakan. Karena itu, bongkah kecil dengan serpihan propolis sebaiknya tidak disatukan.

Prinsip piranti propolis adalah membuat lubang-lubang buatan yang nantinya secara otomatis akan ditambal oleh lebah pekerja untuk mendapatkan lebar pintu yang diinginkan. Dengan cara tersebut, akan dihasilkan propolis yang berkualitas dan bersih.

Sementara itu, propolis yang melapisi sel-sel sarang atau berada di dalam sarang dapat dipanen dengan cara yang sama. Di Cina, metode pemanenan propolis lebih sederhana. Setelah madu dipanen, sarang yang kosong dan wadah sarang dijemur dibawah sinar matahari dengan posisi miring hingga lilin lebah akan mengalir, sehingga yang tersisa hanya propolis dan debris.

Menurut Ochi (1981) dan Andrich (1987), satu koloni lebah madu memproduksi 10-300 gram propolis per tahun. Jumlah pastinya bervariasi, tergantung atas jenis lebah madu, jenis pohon, sumber tersedia, iklim dan metode pemanenan.

Kandungan utama propolis yaitu :

– 55% resin
– 30% lilin lebah alias wax
– 10% minyak
– 5% serbuk sari

Propolis juga mengandung segudang senyawa bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Diantaranya yaitu, asam sinamat, alkohol sinamil, vanilin, asam kafeat, fenetil ester, tetokrisin, krisin, galanin, dan asam ferulat. Semua senyawa tersebut bersifat antibiotik.

Zat bermanfaat lain yang terkandung dalam propolis yaitu nutrisi, misalnya Besi, Magnesium, Seng, Tembaga, Pro vitamin A, Vitamin E dan senyawa alkaloid khususnya bioflavonoid yang meliputu50% dari propolis.

Propolis bersifat stabil. Penyimpanan secara benar wajib dilakukan. Propolis harus disimpan dalam wadah yang bersifat kedap udara dan gelap. Suhu tempat penyimpanan yang baik berkisar antara 10-20 derajat Celcius. Hindarkan propolis dari terpaan suhu panas yang terlalu lama. Propolis yang sudah lama sebaiknya tidak dicampur dengan propolis yang masih segar. Diatas 12 bulan, propolis akan mengalami sedikit pengurangan aktivitas antibakteri. Bahkan kemungkinan tidak.

Proses Lyophilization (pembekuan disertai dengan pengeringan) merupakan salah satu metode untuk mempertahankan sifat antibakteri yang dimiliki oleh propolis. Kandungan antioksidan dan antibakteri dalam propolis membuat cairan ini bersifat awet. Kita tinggal mempertahankan supaya sifat antioksidan dan antibakteri tidak berkurang.

Cara Pemesanan

Propolis Melia Nature

1 Botol Propolis Melia Nature Harga Rp. 115.000 dengan Isi 6 ml/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0635-7728, tuliskan: Pesan Propolis Melia Nature, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( Untuk Menentukan Ongkos Kirim )

This entry was posted in Jual Propolis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.